Viral Sopir Angkutan Dipalak Modus Tiket Parkir di Tanah Abang Jakpus

Sebuah video viral di media sosial terkait pengakuan seorang sopir angkutan yang dipalak dengan modus tiket parkir di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi akan mengusut dugaan tersebut.
Dilihat dalam video yang beredar, Selasa , sopir tersebut mengaku diberi tiket parkir senilai Rp 25 ribu. Namun, ia mengaku hanya memberikan Rp 10 ribu.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prastyo memastikan akan menindaklanjuti informasi tersebut.
"Terkait informasi tersebut akan segera kami cek," kata Dhimas saat dikonfirmasi, dilansir Antara.
Jika ditemukan adanya pelanggaran, polisi memastikan akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Kembali ke video tersebut, sang sopir mengaku dimintai uang usai keluar dari Mal Thamrin City.
"Tadi sempat diminta uang Rp 25.000. Saya kasih Rp 10.000 lalu dikasih tiket parkir," ujarnya dalam video tersebut.
Menurut Wiwin, ia tidak memarkirkan kendaraannya di lokasi tersebut, melainkan hanya melintas setelah keluar dari kawasan pusat perbelanjaan.
Pengakuan serupa disampaikan sopir lainnya, Ramos. Ia mengaku pernah mengalami kejadian serupa dan sempat menolak membayar karena hanya melintas.
"Saya pernah juga diminta uang seperti itu dan dikasih tiket. Padahal saya hanya lewat," katanya.
Sebelumnya: Pengacara Don Ritto Ungkap Duit Disita dari Kafe de'Clan buat Bangun Pelabuhan
Selanjutnya: Rekam Jejak Pertemuan Spanyol Vs Argentina Jelang Final, termasuk Pembantaian 6-1
Artikel Terkait
- Bupati Lombok Barat Ahmad Zaini yang Kena OTT Tiba di Gedung KPK
- Penampakan Tersangka TPPU Asabri Don Ritto Pakai Rompi Pink Masuk Mobil Tahanan Kejagung
- Blok Masela dalam Angka: Efek Domino Investasi Rp 300 Triliun bagi Indonesia
- Netanyahu Dukung Argentina, Doakan Juara Piala Dunia Lagi
- 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
- Divonis Penjara 10-13 Tahun, 3 Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN Pikir-pikir Ajukan Banding
- ORI030 Laris Manis, Pemerintah Tambah Kuota Jadi Rp 30 Triliun
- MPLS Berakhir, 1.480 Siswa di Bali Masih Belum Mendapatkan SMA/SMK
