Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas

Dua anggota militer Amerika Serikat tewas setelah serangan rudal balistik dan pesawat nirawak Iran di Yordania. Sementara, satu lainnya dinyatakan hilang.
Dilansir AFP Minggu , informasi tersebut disampaikan Pentagon pada Sabtu waktu setempat. Komando Pusat AS menyebut insiden itu terjadi pada Jumat , ketika pasukan AS bersama pasukan sekutu sedang menghadapi serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan Iran.
"Dua anggota militer AS tewas saat pasukan AS dan sekutu bertahan dari serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak Iran," demikian keterangan CENTCOM.
Sementara itu, empat personel lainnya telah dievakuasi ke rumah sakit di Yordania untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas para korban maupun rincian operasi pencarian terhadap personel yang hilang.
Sebelumnya, Iran mengancam akan melanjutkan "operasi serangan berskala penuh" jika Amerika Serikat terus melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut.
Ancaman tersebut, seperti dilansir AFP dan Egypt Independent, Sabtu , dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran , Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang juga penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
"Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," tegas Rezaei dalam wawancara yang dikutip lembaga penyiaran negara IRIB pada Jumat waktu setempat.
"Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan, respons yang sepadan... Tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran," ujarnya.
Rezaei menambahkan bahwa AS seharusnya membayar ganti rugi finansial atas tindakan yang oleh para pejabat Iran disebut sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil. Washington telah membantah dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil Teheran.
Pernyataan itu muncul saat AS melancarkan serangan selama tujuh malam berturut-turut terhadap target-target Iran, yang dibalas oleh Teheran dengan menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset-aset militer Washington.
Rezaei juga memperingatkan bahwa respons militer Iran akan meluas hingga ke luar perbatasannya, jika konflik semakin memanas.
Sebelumnya: DPRD Minta Maaf atas Peretasan 1,2 Juta Data Warga, Pemprov Diminta Tak Kalah Pintar dari Hacker
Selanjutnya: MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan
Artikel Terkait
- Byon Combat Showbiz 8 Digelar 29 Agustus, Jeka Saragih Perebutkan Sabuk Asia
- Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
- 3 Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Yahukimo, 3 Senpi Diamankan
- Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang
- Bayi Baru Lahir Dibuang di Lahan Kosong Bekasi, Polisi Buru Pelaku
- Modus Kurir Ojol Selesaikan Pesanan tapi Laptop Tak Sampai ke Warga Jakpus
- Aliansi Masyarakat Adat Desak DPRD NTT dan Kapolri Evaluasi Hasil Seleksi Akpol 2026
- MPR Gelar Sarasehan di Pekanbaru, Bahas Obligasi Daerah & Investasi Publik
