Banjir Bandang Terjadi di Sungai Batang Agam, 90 KK Terdampak

Banjir bandang terjadi di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan banjir dipicu hujan deras.
Banjir bandang terjadi pada Sabtu , sekitar pukul 19.45 WIB. Banjir berangsur surut pada Minggu dini hari tadi.
"Terdapat anomali kejadian yaitu banjir bandang di Kabupaten Agam, kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Minggu .
Banjir bandang di Agam itu terjadi saat Indonesia berada di musim kemarau. Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan pendangkalan aliran Sungai Batang Tumayo hingga menyebabkan luapan air ke permukiman warga.
Dalam video yang dikirimkan BNPB, tampak air berwarna cokelat mengalir deras di depan rumah warga. Aliran air juga masuk ke rumah warga.
Abdul Muhari mengatakan 90 kepala keluarga terkena dampak banjir ini. Warga yang sempat mengungsi kembali ke rumahnya ketika air sudah surut.
"Ketika kejadian, sebanyak 450 warga mengungsi sementara waktu. Menjelang dini hari banjir dilaporkan berangsur surut dan sebagian pengungsi kembali ke rumah masing-masing," jelasnya.
Muhari mengimbau warga untuk tetap waspada dengan kemungkinan bencana. Warga juga diimbau untuk memantau pembaruan informasi dari sumber resmi.
"BNPB juga mengimbau agar masyarakat juga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan tepercaya, seperti BNPB, BPBD dan BMKG," ucap dia.
Lihat juga Video: Banjir Bandang Terjang Cianjur, Warga Histeris Lihat Perabotan Rumah Hanyut
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Kala Trump Kritik Taktik Inggris yang Kalah dari Argentina di Piala Dunia
Selanjutnya: Ngeri Kebakaran Maut di Bar di Bangkok hingga Muncul Semburan Api
Artikel Terkait
- Timur Tengah Terus Memanas Bikin Saudi Borong Senjata AS
- Dinas LH Banten Minta Pengelola TPA Rutin Siram Sampah Cegah Kebakaran
- KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong
- Aliansi Masyarakat Adat Desak DPRD NTT dan Kapolri Evaluasi Hasil Seleksi Akpol 2026
- TNI Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
- Memanas! AS Gempur Kota Pembangkit Nuklir Iran
- Pemerintah Ingin Draf RUU Perampasan Aset Sesuai UUD ’45 dan KUHAP Baru
- Ngerinya Kebocoran Gas Paling Mematikan dalam Sejarah, 3 Ribu Orang Tewas
